Sunao na uta ga utaenai
kazari tsukete shimau kara
Itsu kara konna ni raku ni
jibun mamoru koto wo oboeta no
Kotei kara mieru sora
kimi ni wa nani iro ni utsu
Tada maashiro na kumo demo toki ni
maakuro ni kaetaku naru
Ikanai SKY CHORD mukashii nara atta noni
Kakushita SKY CHORD dare no sei demo naku jibun
Kitto otona ni naru koto nanka yori
Taisetsu na mono ga aru no
Kitto sore wa mitsukeranai mama
otona ni natte yukun da
Asa made okite itakatta
Modokashii kodomo no koro
Ima wa jikan ni owarete
nemuru koto sura dekinai de iru
ikanai SKY CHORD mukashii nara atta noni
Nakushite SKY CHORD kimi ni oshiete hoshii yo
Kitto otona ni naru koto nanka yori
Taisetsu na mono ga aru no
Kitto sore wa mitsukeranai mama
otona ni natte yukun da
Zutto kono mama ja irenai tte
Wakatteru yo arukidase
Zutto no oto ni ga iteta moji wa
Kawatte nanka inai no
Kitto otona ni naru koto nanka yori
Taisetsu na mono ga aru no
Kitto sore wo mitsukeranai mama
otona ni natte yukun da
Kodomo no mama ja irenai
J-Pop Oricon Charts Week 16
| 1 | new | Happy Bump Of Chicken | |
| 2 | new | Natural Ni Koi Shite Perfume | |
| 3 | 4 | Mata Kimi Ni Koi Shiteru Fuyumi Sakamoto | |
| 4 | new | Over Drive Garnet Crow | |
| 5 | 1 | Yuuki 100% NYC | |
| 6 | new | Kagayaku Hito Angela Aki | |
| 7 | new | Matsushima Kikou Kaori Mizumori | |
| 8 | new | Honto Dayo Kou Shibasaki | |
| 9 | new | Kibo To Iu Na No Hikari Tatsuro Yamashita | |
| 10 | 3 | Shamisen Tabigarasu Kiyoshi Hikawa | |
| 11 | 7 | Solanin Asian Kung-Fu Generation | |
| 12 | 5 | Sakura Girl NEWS | |
| 13 | 9 | Troublemaker Arashi | |
| 14 | new | Never Cry maika | |
| 15 | new | Amai Wana Nigai Uso Coco Otoko | |
| 16 | new | Love Is Dead D'espairs Ray | |
| 17 | 11 | Gold UVERworld | |
| 18 | 8 | Toki Wo Tomete Tohoshinki | |
| 19 | 17 | Jinsei Michizure Yoshimi Tendo | |
| 20 | 15 | Futari Bana Miyuki Kawanaka | |
| 21 | Alright! HEARTCATCH PRECURE! Ikeda Aya, Kudo Mayu | ||
| 22 | Fuufu Isshou Kitajima Saburo | ||
| 23 | 22 | Oshiroi Hana Hiroshi Itsuki | |
| 24 | Otoko No Tabiji Akioka Shuji | ||
| 25 | new | Lucky Star Ai Otsuka | |
| 26 | 12 | Kami Sama No Isu Tacica | |
| 27 | Jinsei Yume Daiko Kanmuri Jiro | ||
| 28 | new | Sing You rice | |
| 29 | 13 | Love Wars Queen & Elizabeth | |
| 30 | Saikai Kim Yonja | ||
Sumber
Magellan adalah kepala sipir yang bertanggung jawab atas Impel Down.
Penampilan
Magellan adalah orang besar yang sangat menyerupai setan. Dia memiliki sayap kelelawar, dan wajah seperti gargoyle. Dia memiliki ornamen seperti tanduk di kepalanya yang bisa dikeluarkan dan digunakan sebagai senjata. Di bawahnya, dia memiliki rambut pendek bergaya twintail hitam. Dia berukuran lebih besar dari pada orang biasa. Dia juga memiliki gigi sangat tajam dan tangannya mirip Blue Gorila (Blugori).
Flu adalah sebuah penyakit yang mungkin paling mematikan. Tau kenapa?? Karena membuat orang tidak bisa bernafas. He..he... Bagi teman-teman dodol sekalian saya orankdodol akan memberikan makanan enak yang mungkin teman-teman dodol bisa pake buat mengusir flu ....
Enjoy It!!
1. Paprika Merah
Buah yang kayak cabe ini ternyata bisa untuk menagkal flu. Karena kandungan Vit C pada paprika setara dengan jeruk. Vit C ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.
2. Wortel
Buah yang orange ini mengandung betakaroten yang mengubah Vit A sel T yang berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.
3. Almond
Kacang yang satu ini mengandung Vit E yang berguna untuk mencegah penyakit dan juga merupakan antioksidan yang baik.
4. Kentang Manis a.t.o Ubi
Kentang manis atau ubi ini juga mengandung beta-karoten yang mengubah Vit A dan juga membantu pemulihan saluran pernafasan.
5. Sop Ayam
Salah satu makan yang paling daku favoritkan adalah sop ayam. Sop ayam ternyata membantu mengobati peradangan dan mengurangi produksi lendir dan sakit tenggorokan. Sop ayam yang hangat juga dapat meningkatkan suhu tubuh dan juga mencegah infeksi.
6. Bawang Putih
Kandungan sulfur yang terdapat dalam bawang putih terbukti membunuh virus dan mencegah penyakit. Satu lagi gan, bisa ngusir dedemit..
7. Jahe
Tanaman alami ini memiliki kandungan gingerol, terutama pada jahe segar. Gingerol berfungsi sebagai penangkal infeksi.
8. Ikan Salmon
Sumber omega-3 yang meningkatkan imunitas tubuh.
9. Jamur-Jamuran
Jamur yang sering ditemukan di topping pizza ini ternyata mengandung selenium, yang membantu sel darah putih memproduksi cytokines yang menyembuhkan penyakit. Jamur juga mengandung beta-glucan, sebuah antimikrobakteri yang mencegah terjadinya infeksi.
10. Cokelat Hitam
Memakan cokelat hitam membantu pengembangan sel T dan melawan infeksi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Sumbernya ni:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3918716
PEKANBARU (RP) - Matahari sudah semakin tinggi di atas Gedung Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Riau di Jalan Gajah, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Beberapa orang lalu-lalang di kantor tersebut, namun seseorang berseragam dinas yang akhirnya diketahui bernama Jack Lord (30) masih tetap berkutat dengan tangkai sapu dan kain lap untuk membersihkan beberapa lantai ruangan di kantor tersebut.
WARGA Jalan Genteng Perumahan Tampan Permai, Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tampan, ini, sebenarnya adalah seorang PNS golongan III A, namun saat bercerita dengan Riau Pos di kantor tersebut dia terkesan malu dan hampir tidak mau mengakui bahwa dia adalah PNS yang pernah menamatkan kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Riau (Unri) dengan indeks prestasi kumulatif 3,75.
Kenyataan tentang dirinya adalah seorang sarjana tersebut hampir tenggelam dan tidak terlacak jika sekilas melihatnya, namun Riau Pos terus bertanya tentang siapa diri Jack sebenarnya. Jack Lord kemudian memulai ceritanya bahwa dia sudah menjadi PNS tahun 2002 dalam kualifikasi tamatan SMU pada golongan IIB sebagai pengatur muda tingkat satu.
Pada tingkat ini, Jack mulai bekerja sebagai tenaga cleaning service. Dia setiap harinya harus menyapu lantai dan membersihkan ruangan, mengepel, membersihkan kaca, bahkan membersihkan kakus di kantor tersebut. Namun resminya tercatat pekerjaannya adalah sebagai pengelola kebersihan ruang belajar dan aula kecil.
Saat bercerita itu, suara Jack Mulai lirih, tangan kanannya yang memegang tangkai sapu terlihat bergetar, tarikan napasnya juga terdengar cepat. Perlahan matanya mulai berkaca-kaca.
Jack mengaku, sambil bekerja, dia berusaha untuk kuliah karena dia juga punya cita-cita menjadi seseorang yang bisa dibanggakan oleh orang tua dan keluarganya. Namun sampai Rabu (21/4) kemarin, nasibnya tetap saja sebagai tukang pel lantai LPMP.
Walaupun Jack telah berhasil menamatkan kuliah dan lulus hampir dengan nilai cum laude di universitas negeri terbesar di Riau serta telah melewati proses penyesuaian ijazah, tapi tak ada perubahan dalam pekerjaannya.
‘’Saya sudah pernah protes dan sampai ke Jakarta, namun tetap tidak ada perubahan. Sepertinya mungkin inilah takdir saya, menjadi tukang sapu saja. Saudara saya juga jadi tukang sapu jalan. Berdua bersaudara kami laki-laki yang lulus kuliah seperti dipermainkan nasib, anak yang seharusnya sudah bisa membanggakan orang tuanya, tapi sampai kini hanya jadi tukang sapu,’’ ujar Jack berlinang air mata.
Dia merasa dipermainkan dan ditindas, protes kepada atasannya terus dilakukannya. Malah pernah dia bertanya, apakah memang ada pegawai negeri golongan IIIA sebagai penyapu lantai dalam SK yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tapi waktu terus berlalu, pekerjaan harus tetap dilakukannya, dan tetap tidak ada perubahan.
Dulu saat dia protes ke Jakarta, ditanggapi oleh Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang ditandatangani Ir Giri Suryatmana. Oleh Giri, atasannya yang di Pekanbaru disuruh untuk memperbaiki SK sesuai dengan golongan yang ditempati Jack. Atasannya mengakui ada kesalahan dalam pengetikan. Tapi kondisi masih tetap saja sama setelah protes tersebut.
‘’Dengan golongan yang sama, teman-teman duduk dalam ruangan bekerja dengan kertas dan pulpen tapi saya memegang sapu membersihkan lantai. Saya tidak keberatan dengan pekerjaan ini, karena dari dulupun inilah pekerjaan saya tapi apa sesuai dengan yang sudah saya tempuh, percuma saja rasanya saya pernah kuliah,’’ ujar Jack sambil terisak.
Dengan suara lirih sambil menghapus air mata yang mulai mengalir di pipinya, Jack mengatakan, dia mengerti dengan berbagai birokrasi pemerintahan dan berbagai disiplin ilmu pemerintahan serta bagaimana manajemen kepegawaian. Menurutnya, apa yang sedang dijalaninya sekarang ini sangat bertetangan dengan hatinya yang memahami pekerjaan pemerintahan.
Lalu dengan suara lirih dan parau, Jack kemudian bertanya, ‘’Apakah nasib saya ini karena ada kesalahan dari nenek moyang atau orang tua saya dulu sebelum melahirkan saya? Tak sanggup rasanya ditahankan hati tapi saya harus hidup menjalani nasib ini,’’ tanya Jack.
Jack mengaku sedikit kehilangan percaya diri, memasuki umur kepala tiga, dirinya belum menikah. Pernah terpikir dan terasa di hatinya untuk menikahi seorang gadis, tapi kondisinya sebagai seorang tukang sapu membuatnya tidak pernah berani mengungkapkan perasaan pada perempuan pujaan hatinya. ‘’Saya ini tukang sapu, siapa yang akan mau bersuamikan saya ini. Sepertinya tak ada orang tua seorang anak gadis yang mau melepaskan anak gadisnya hidup bersama saya,’’ ujar Jack dalam dialek Melayunya yang kental.
Jack juga menjelaskan, bukan tidak bisa menerima pekerjaan sebagai petugas kebersihan, namun lebih kepada kompetensi keilmuan dan kelaziman di dunia kerja.
‘’Bukan dikarenakan tidak menghargai pekerjaan tersebut. Hanya saja, naif rasanya bila melihat orang dengan golongan yang sama, bisa bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian mereka. Saya sarjana Ilmu Pemerintahan, saya mengerti tugas pokok dan pekerjaan aparatur pemerintahan, etika birokrasi, pembagian kerja dan kewenangan, kebijakan publik, membuat undang-undang, bahkan ilmu politik dalam pemerintahan. Saya ini mungkin tidak kalah dibandingkan dengan para alumni Sekolah tinggi Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang membedakan kami sepertinya hanya nasib saya yang menjadi tukang bersih-bersih ini,’’ ucap salah satu mahasiswa terbaik Unri tahun kelulusan 2003 tersebut dengan mata kembali berkaca-kaca.
‘’Bila dalam ketentuannya memang ada hal yang membenarkan PNS dengan golongan III A bekerja sebagai tenaga kebersihan, bisa saja tugas itu tetap akan diterima sebagai konsekuensi tugas. Hanya saja, jelas hal tersebut bukan sebuah kelaziman di lingkungan pemerintah. Apalagi bila dikaitkan dengan fakta bahwa saat ini pemerintah lebih banyak menggunakan tenaga outsourching untuk mengerjakan tugas pembantu umum perkantoran,’’ sebut Budi Astoto, salah seorang mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan ketik diminta tanggapannya tentang nasib Jack.
Dia mengaku kecewa, karena, secara kualitas, sumber daya manusia seperti Jack Lord harusnya mendapatkan job description yang jelas sesuai dengan kualifikasi ilmu dan kepangkatan yang dimilikinya.
‘’Saya bahkan baru sekali ini mendengar pegawai golongan IIIA bekerja sebagai pembersih ruangan kantor. Karena selama ini tugas itu hanya diberikan pada tenaga tidak terdidik dan tidak terlatih,’’ sebut dia.
Penjelasan tersebut juga dikuatkan oleh staf pengajar Ilmu Pemerintahan Unri, Saiman Pakpahan SIP MSi yang menyebutkan bahwa hal tersebut pasti terjadi dikarenakan penyusunan Struktur Organisasi Tata Pemerintahan (SOTK) yang tidak clear. Bila penempatan tersebut didasari oleh alasan bahwa tidak ada posisi untuk penempatan pegawai dengan golongan yang setara, harusnya, antar-satuan kerja bisa saling berkoordinasi. Dengan demikian, potensi jajaran tetap sesuai dengan golongan dan tugas pokoknya.
‘’Saya malah melihat hal ini menunjukkan lemahnya sensififitas pimpinan, karena, idealnya, pimpinan bisa melihat potensi bawahan sesuai dengan golongan. Ini baru pertama sekali saya dengar, PNS golongan III A bertahun-tahun menjadi pekerja kasar yang tugasnya membersihkan ruangan. Bisa jadi ini banyak terjadi, tapi, itu merupakan bentuk tidak pekanya pimpinan terhadap potensi yang ada di wilayah kerjanya,’’ sebut dia.
Kata Sulaiman lagi, kalau alasannya adanya sikap suka atau tidak suka, itupun tak bisa jadi ukuran dalam kerja birokrasi, karena, kinerja birokrat diukur bukan berdasarkan aspek personalitas, melainkan profesionalitas bekerja. “Adapunish and reward. Pemimpin tak bisa menilai berdasarkan ukuran suka atau tidak suka, atau aspek kedekatan. Yang kita khawatirkan dalam sistem yang seperti itu, ada pegawai dengan golongan yang lebih rendah, tapi bisa mengerjakan tugas yang harusnya bisa dikerjakan oleh petugas yang mengerjakan pekerjaan kasar tersebut,’’ papar Saiman.
Riau Pos mencoba mengkonfirmasi status Jack ini kepada Kepala LPMP Riau, Zainal, namun dalam keterangan singkatnya Zainal mengaku sedang mengikuti acara dan minta tidak diganggu dahulu.
Kasubag Umum LPMP Riau, Drs Syukhmide Hendri saat ditemui secara terpisah tidak menafikan adanya pekerja dengan tamatan sarjana dipekerjakan sebagai tenaga cleaning service di kantornya. Hanya saja, saat ditanyakan apa dasar penempatan dan pembagian kerja yang digunakan, Syukhmide Hendri berusaha menghindar dengan pergi begitu saja meninggalkan Riau Pos, padahal sebelumnya dia sempat hendak bercerita panjang seputar tugas di LPMP. Sembari berpura-pura memanggil salah seorang pegawai, Syukhmide langsung lari begitu saja.
Diminta Bersabar
Terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Riau, Prof Dr Ir Irwan Effendi mengaku tidak bisa menghakimi lembaga maupun orangnya. Pasalnya, sesuai dengan ketentuan hal tersebut adalah kebijakan pimpinan maunpun lembaga di mana dia bekerja. Selain itu juga, sebagai PNS apapun dia harus siap menghadapinya.
‘’Kita tidak bisa menilai orang dari penilaiannya di akademis. Jika memang dia melangkah dari tamatan SMA dan baru penyesuaian berarti memang ada jenjang untuk itu. masalah apa yang dikerjakannya mungkin kerena belum ada kesempatan saja. Yang jelas dia harus bersabar saja,’’ terangnya saat dihubungi Riau Pos Rabu
http://www.lintasberita.com/Nasional...di-tukang-sapu
